Selasa, 30 April 2013

Menara Siger, Obyek Wisata yang Terbengkalai

Jika Anda melakukan perjalanan melalui selat Sunda menggunakan kapal ferry dari penyeberangan Merak, Banten menuju Bakauheni maka dari kejauhan anda akan melihat sebuah bangunan berwarna cerah yang terletak di ketinggian dengan ukuran yang cukup besar. Ya.. bangunan yang berbentuk khas ini dikenal dengan nama Menara Siger. Sebuah ikon yang menunjukkan bahwa Anda telah berada di propinsi paling selatan dari Andalas yakni Lampung.


Menara Siger ini terletak di atas  Bukit Gamping di Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan dan dibangun dengan biaya yang tidak murah, yakni mencapai Rp15milyar. Mulai dibangun tahun 2005 dan selesai di tahun 2008, desain dan arsiteknya dikomandani oleh Ir. Anshori Djausal, M.T.

Dari Wikipedia, saya menemukan artikel ini :
Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung.
Bagunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.
Tapi, dalam kunjungan singkat saya dan keluarga ke Menara Siger ini, saya masih merasakan banyak kekurangan didalamnya dan tulisan ini mencoba menguraikannya, dari sudut pandang saya pribadi dan tidak mewakili lembaga manapun.


Memasuki kawasan Menara Siger (MS) ini seperti memasuki komplek perkantoran pemda, karena di jaga oleh para Satpol pamong praja berseragam lengkap, kemudian ada petugas yang akan menghampiri kita dan bertanya dari mana asal daerah kita, kemudian menyerahkan selembar tiket sebagai tanda masuk kedalam MS.

Setelah membayar uang parkir beberapa ribu rupiah, kita baru bisa masuk menuju parkiran, dan ternyata tidak seperti perkiraan saya yang membayangkan susahnya mencari tempat parkir.. Parkirannya kosong, hanya ada 1-2 kendaraan terparkir dan rata-rata bernomor luar Lampung.

Nah,, diartikel di wikipedia disebutkan akan ada penjelasan lengkap mengenai propinsi Lampung dengan segala potensinya, ternyata didalam bangunan besar ini juga kosong dan minim informasi, tidak ada data-data yang menggambarkan secara detil propinsi Lampung dengan segala potensinya yang luar biasa. Bahkan ada beberapa bagian dari MS yang seolah-olah kurang terawat seperti banyaknya plafon yang jebol, dinding yang kusam dan area lantai yang kurang bersih dan toilet yang kotor dan diperparah dengan air kran yang tidak mengalir.

isi dalam Menara Siger yang kosong
Di dalam MS, hanya ada kafe kecil dipojokan yang berdekatan dengan toilet dan ruang informasi yang sepertinya kurang pas disebut ruang informasi karena minimnya info yang ada, tempat itu malah hanya dijadikan sebagai toko souvenir khas MS seperti kaos, gantungan kunci, stiker, dll.


Bagi kebanyakan orang dewasa atau mungkin para wisatawan, mungkin akan sedikit kecewa jika telah keluar dari area MS ini karena kondisinya tidak sama dengan yang diberitakan oleh media-media di propinsi Lampung.

Tapi, bagi anak-anak, mereka tentu masih bisa menikmati MS ini, setidaknya ada sedikit hiburan bagi mereka, seperti adanya teropong besar di luar MS yang menghadap ke arah selat Sunda. Dengan membayar Rp1.000 anak-anak sudah bisa meneropong indahnya laut, pantai, pulau-pulau kecil dan kapal-kapal yang berlayar di selat Sunda selama 1,5 menit. Sebuah pengalaman sangat berharga untuk mereka pastinya.. 'wow..kapalnya mau nabrak aku' kata Gagah saat masih memegang teropong.



Ini kisah saya dan keluarga saat mengunjungi MS beberapa waktu yang lalu, ada rasa prihatin yang tiba-tiba hadir di relung hati begitu melihat bangunan semegah ini tapi dibiarkan kosong melompong, sayang sekali jika bangunan dengan investasi besar ini tidak mampu menjadi ikon dari propinsi Lampung secara nyata.

titik 0 KM ujung selatan Sumatera dimulai dari tugu ini

Senin, 29 April 2013

Vaksin Meningitis.? disini Saja

Meningitis menurut penjelasan yang ada di wikipedia adalah radang selaput pelindung sistem saraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis adalah penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.

Nah, mulai tahun 2000-an awal, pemerintah Arab Saudi mewajibkan para jemaah umroh dan jemaah haji untuk vaksin terlebih dahulu sebelum memasuki negara mereka. Tulisan dibawah ini adalah kisah saya mengurus vaksin meningitis beberapa hari yang lalu dalam rangka umroh yang insya Allah akan dilaksanakan di medio mei 2013 ini.

Hari jumat (26/04/2013) pagi saya memutuskan untuk vaksin meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok yang berlokasi di dalam Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kenapa saya vaksin disana..? bukankah jauh banget harus ke Priok dari Cikarang.. Ya.. kisah ini yang akan saya ceritakan kepada Anda para pembaca blog ini. :)

Jika kita mencari di google dengan kata kunci 'lokasi vaksin meningitis di Jakarta' maka akan keluar alamat-alamat berikut ini:
Berikut lokasi suntik vaksin Menginitis dan rumah sakit Jabodetabek yang mengeluarkan buku kuning dapat di peroleh pada hari kerja, Senin s/d Jum’at di:
  • KKP Bandara Soekarno Hata, Cengkareng Telp. 5502277
  • KKP Bandara Halim Perdana Kusuma Telp. 8000166
  • KKP Pelabuhan Tanjung Priuk Telp. 43931045
  • KKP Pelabuhan Merak, Banten Telp. 0254-571083
  • Rs. Fatmawati JakSel, Centa medika Haji dan Umroh lantai dasar Telp. 7501524 ext.1639
  • Garuda Sentra Medika, Kemayoran Telp. 4241000
Jarak tempuh terdekat dari rumah saya di Cikarang tentu adalah KKP Bandara Halim Perdana Kusuma. Sebelum saya putuskan kesana, terlebih dahulu saya cari informasi yang berkenaan dengan vaksin meningitis di Halim, jawaban yang saya dapat cukup mengagetkan, ternyata jika ingin vaksin di Halim, harus antri dari subuh hari karena jam 8.00 WIB antrian untuk mendapatkan nomor telah di tutup. Dari informasi ini jelas, saya coret Halim dari daftar tempat vaksin.

Dua alamat yang ada berikutnya yakni KKP Bandara Soekarno-Hatta dan KKP Pelabuhan Merak. Kedua alamat ini langsung saya coret. Alasan utamanya cuma satu.. terlalu jauh jarak tempuhnya dari Cikarang.

Selanjutnya pilihan tinggal masih tersisa 3, RS Fatmawati (mohon maaf) tidak saya jadikan pilihan karena itu Rumah Sakit, saya yakin pasiennya membludak, baik karena sakit atau karena ingin vaksin. Saya cari informasi di internet berkenaan dengan Garuda Sentra Medika, ternyata yang bisa disana hanya keluarga besar Garuda.

Pilihan tinggal ada 1 yang tersisa. KKP Tanjung Priuk.. saya sering lewat area itu, yang terbayang tentu adalah kemacetan begitu keluar tol Tanjung Priuk dan jalan Yos Sudarso yang selalu macet dan terisi kontainer berbagai ukuran. Tapi, karena tidak ada pilihan lain,, saya akhirnya berangkat juga kesana.

Ternyata apa yang saya bayangkan menjadi nyata. Berangkat dari Cikarang pukul 09.00, perjalanan relatif lancar sampai keluar tol Tanjung Priok, hanya sedikit tersendat di pintu tol halim, terutama karena antrian kendaraan dan adanya pemecahan arus antara tujuan tol dalam kota dan tol bandara/pelabuhan. Selepas Halim, lancar kemudian sampai di keluar tol Priuk sekitar jam 11.30-an.

Saya perkirakan bisa sampai di pelabuhan jam 12-an dan bisa shalat jumat disana, ternyata perkiraan saya meleset.. Begitu sampai di jln Yos Sudarso, saya nyaris tidak bergerak selama 2 jam lebih. Nyaris putus asa karena dari info yang saya peroleh KKP itu tutup jam 3 sore ditambah lagi ternyata saya tidak membawa uang lebih, info yang saya dapat vaksin meningitis itu bayarnya Rp280.000 padahal di dompet saat itu cuma ada Rp190.000.. duh.. nombok dari mana nih.. ? ATM juga ternyata tidak terbawa.

Ditengah rasa putus asa karena kemacetan itu, entah kenapa tiba-tiba terpikir untuk mencoba memasuki sebuah jalan kecil, padahal tidak ada kendaraan yang lewat situ. Aksi nekad ini tentu antara harapan dan putus asa semoga ada jalan tembus disana. Karena di GPS, area itu tidak terlihat ada jalan tembus.

Allah Maha Besar, ternyata jalan kecil itu tembus ke Jl. Enggano, yang merupakan jalan utama menuju kawasan pelabuhan.

Setelah melewati Stasiun Tanjung Priok dan terminal, saya lalu belok ke kanan untuk masuk ke area pelabuhan, untuk masuk pelabuhan kendaraan kecil dan minibus dikenai tarif Rp5.000 sekali masuk. Posisi KKP ada di sebelah kanan pintu masuk, dengan warna cat coklat muda dengan tulisan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok. Tepat pukul 14.00 WIB saya masuk ke area gedung tersebut.

Lalu saya hampiri securiti sembari bertanya apakah pelayanan masih buka.? 'masih Mas, tutup jam 3 ya' jawab sang security.. waduh.. tinggal 1 jam persis. keburu tidak ya kira-kira..

Nah, ternyata ini bedanya KKP Tanjung Priok ini dengan tempat lain.. Ternyata disini tidak terlalu ramai. Begitu saya masuk dan menuju loket pendaftaran dan mengisi data yang diperlukan, tidak sampai 10 menit menunggu nama saya sudah dipanggil untuk di vaksin dan  biayanya ternyata juga tidak semahal info di internet, saya hanya membayar Rp110.000 dan ini ternyata tarif resminya di sini. Alhamdulillah.. padahal uang saya kan cuma Rp190.000 di dompet, ga jadi nggadai sepatu :).

Oh iya, khusus untuk ibu-ibu, sebelum di vaksin harus di cek dulu di laboratorium apakah sedang dalam kondisi hamil, jika positif hamil maka tidak boleh di vaksin. biaya lab ini juga tidak begitu mahal ternyata.

Setelah proses vaksin, kita diminta untuk menunggu sebentar untuk diambil fotonya di ruangan lain,, konon ini dilakukan untuk memastikan bahwa pemegang kartu adalah orang yang sama dengan yang di vaksin. ada barcode di buku tersebut yang menunjukkan identitas kita.

Nah,, ini buku kuning yang untuk mendapatkannya butuh perjalanan 4 jam.


Secara umum, saya terkesan dengan pelayanan di KKP Tanjung Priuk. Luar biasa cepat. Dari awal proses sampai mendapatkan kartu ini waktu yang saya  butuhkan tidak lebih dari hanya 30 menit saja.

Ada beberapa tips yang rasanya perlu dibagi kepada anda semua pada saat ingin vaksin meningitis ini, diantaranya :

  1. Usahakan datang bukan pada awal pekan (senin atau selasa), karena menurut petugasnya jika di hari-hari tersebut seringkali padat dan harus antri,
  2. Siapkan uang tunai atau silakan ambil uang di ATM sebelum anda memasuki area pelabuhan, karena saya lihat tidak ada 1 ATM pun di area pelabuhan Tanjung Priuk,
  3. Persiapkan dokumen tambahan, terutama fotocopy paspor.
Demikian catatan perjalan saya Jumat tanggal 26 April kemarin, semoga bermanfaat dan tak lupa, saya tentu mengharapkan doa dari para teman sekalian yang membaca blog ini agar pelaksaan umroh saya di medio mei nanti dapat berjalan lancar, dapat berumroh dengan baik dan kembali ke negeri ini tanpa kurang suatu apapun juga. Amin.

Jumat, 05 April 2013

Apa Itu Refund Discrepancy.?

Ada satu istilah baru yang saya temukan ditempat baru saya bekerja ini, walau sebenarnya istilah ini adalah istilah umum dalam perpajakan di Indonesia. Tapi, karena saya baru mengetahui arti detilnya, maka rasanya tidak salah jika saya berbagi sedikit ilmu ini kepada anda dan semoga hal ini bermanfaat. :). istilah baru tersebut adalah Refund Discrepancy.

Istilah ini (refund discrepancy) hanya digunakan oleh para pemeriksa pajak atau oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan pemeriksaan pajak. Ini salah satu yang membuat istilah ini menjadi istimewa. Dalam undang-undang perpajakanpun tidak ditemukan kata ini. Jika tidak percaya, silakan anda cari di mesin pencari atau dapat pula dicari di ortax.org
Saya menemukan arti kata Refund Discrepancy itu dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-11/PJ./2013 tentang Rencana dan strategi pemeriksaan tahun 2013. Disana dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan refund discrepancy adalah nilai nominal restitusi yang tidak dikabulkan oleh Direktur Jenderal Pajak berdasarkan hasil pemeriksaan.

Ilustrasi perhitungan Refund Discrepancy adalah sebagai berikut (contoh diambil dari surat edaran tersebut)
  1. Nilai lebih bayar menurut Wajib Pajak adalah Rp15miliar, sedangkan ketetapan oleh pemeriksa pajak berupa SKPLB (Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar) sebesar Rp5miliar, maka nilai refund discrepancy adalah Rp15miliar-Rp5miliar  = Rp10miliar
  2. Nilai lebih bayar menurut wajib pajak adalah Rp15miliar, sedangkan ketetapan oleh pemeriksa pajak berupa SKPN (Surat Ketetapan Pajak Nihil), maka nilai refund discrepancy adalah Rp15miliar-Rp0 = Rp15miliar
  3. Nilai lebih bayar menurut wajib pajak adalah Rp15miliar, sedangkan ketetapan oleh pemeriksa pajak berupa SKPKB (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar) sebesar Rp4miliar, maka nilai refund discrepancy adalah Rp15miliar-Rp0 = Rp15miliar.
Bagi aparat pajak terutama para pemeriksa pajak, nilai refund discrepancy adalah termasuk sebagai prestasi, hal ini disebabkan karena mereka berhasil menahan uang yang sudah ada di negara untuk tidak keluar lagi (dikembalikan kepada wajib pajak).