Diawali dari adanya surat dari Direktorat KITSDA tanggal 20 Juni 2011 perihal Partisipasi penyusunann buku berbagi kisah dan harapan (berkah) 2 yang saya baca dari forum internal DJP, entah kenapa tiba-tiba timbul keinginan dalam diri saya untuk mencoba berpartisipasi.
Sepertinya saya memakan waktu cukup lama untuk melamunkan tema apa yang kira-kira akan saya angkat dan ceritakan, maklum, saya hanya seorang juru ketik di kantor jadi tidak memiliki ilmu yang mumpuni untuk mengangkat tema yang berat.
Hari Jumat, 8 Juli 2011, selepas berolahraga ringan yakni bersepeda dari rumah menuju kantor. (Eh iya,,, saya kadang-kadang juga ke kantor naik sepeda lho, bahasa kerennya apa ya..? Bike To Work kalau tidak salah dan saya juga anggota dari sebuah komunitas sepeda di Cikarang Baru yang namanya Cikarang Baru Cycling). Tiba-tiba kepala saya dipenuhi oleh ide-ide yang bisa dijadikan bahan penulisan kisah tersebut.
Lelet ya,,, suratnya dibaca tanggal 20 juni eh baru dapat ide tanggal 8 juli. Gak papa lah, yang penting ada ide.. :).
Saya tulis apa saja yang ada dikepala saya, semua yang saya dengar dan rasakan ketika harus menjadi seorang petugas pajak disaat kasus Gayus dan mafia pajak meledak di media. Tanggapan dan komentar miring kepada orang pajak yang memang sebelum kasus itu meledakpun sedikit yang positif menjadi makin tidak positif atau mungkin sudah sampai pada titik dibawah NOL alias negatif. Bahkan sudah ada pemikiran bahwa semua orang pajak itu seperti Gayus, padahal tidak lho..?
Tapi, untuk melawan prasangka buruk dari publik itu bukan perkara mudah dan memang bukan wewenang saya yang hanya juru tulis ini. Mungkin salah satu cara yang bisa saya lakukan hanya melalui tulisan, dan saya tuangkan uneg-uneg saya kedalam tulisan yang saya kirim kepada panitia sambil berdoa, semoga tulisan yang saya kirim itu dapat bermanfaat bagi saya dan bagi yang membacanya.
Tulisan itu saya kirim ke panitia jam 10.34 WIB,

0 komentar:
Poskan Komentar