peluru yang dijadikan souvenirIni pengalaman pribadi saya, 1 hari di Arhanud Serpong.
Ingatan saya menerawang ke masa 1-2 minggu sebelum hari H.
Saya dan mungkin banyak teman di kantor bertanya-tanya, konon katanya ICV 2011 akan dilaksanakan di salah satu kesatuan militer, tentu saja ini berita yang mengagetkan seisi jagad kantor saya, kenapa..? karena biasanya icv dilaksanakan dalam suasana santai penuh kekeluargaan di sebuah tempat yang representatif untuk itu, di hotel misalnya seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, tahun ini di militer..?? ahh.. yang benar saja bung.
Tidak jelas siapa yang menghembuskan kabar ini, tapi sedikit sinar terang mulai terlihat ketika perwakilan dari umum mendatangi kami satu persatu dengan membawa kaos berwarna asing, kaos dengan garis-garis hijau abstrak yang saya kenali bernama DPM-Camo (silakan googling jika penasaran)
Seketika itu juga kehebohan terjadi di kantor saya, ukur sana-sini, pesan sana sini, jangan pakai tulisan ini itu, dan pesan lain-lain..
Jam berdetak.. tik tik tik dan satu hari sebelum hari H. Kiriman dari Arhanud pun datang.. sebuah kaos loreng..!!
Sekarang, kita lupakan masalah kaos dan meluncur pada kondisi nyata, konsekuensi apa yang akan kita dapat setelah mengenakan kaos itu.
Jujur,, malam sabtu menjelang hari H saya tidur agak sedikit terlambat, baru jam 01.00 dinihari saya bisa memejamkan mata dan mungkin baru menuju alam mimpi sekitar jam 02. Lewat sekian puluh menit. Ada pikiran dan bayang-bayang semu menerawang dalam benak saya. Mau diapakan saya besok pagi.
Pukul 05. Kurang, saya sudah bangun, setelah melaksanakan kegiatan rutin pagi hari, tanpa sempat sarapan saya sedikit deg-degan menuju kantor, belum pernah saya seperti itu menuju Jl KH Dewantara Kav.7
Dikantor sudah banyak rekan menunggu, dengan tampilan yang berbeda dari biasanya, saya seolah-olah masuk komplek militer.
Jam 07. Lewat sekian puluh menit, (Kok telat ya..? ya iyalah,, kan sabtu itu hari libur jadi mungkin pada bangun kesiangan karena lupa pasang alarm).
Perjalanan seperti biasa diisi dengan obrolan tak jelas, tingkah aneh dan candaan yang kadang konyol kadang jayus. Kalo yang ini sudah tak asing lagi buat kami semua, itu di bus cikarang, saya kurang tahu bagaimana kondisi bus bekasi, tapi biasanya kurang lebih juga seperti itu.
Ditengah perjalanan, saya dikejutkan oleh sebuah sms dari seorang teman “Wis mlaku mas? Aku wis tekan mas, gak enak ki nggone mas. Hihihi” (bagi yang tidak bisa mengartikan silakan gunakan google translate :))
Duh...
Hadir dalam bayangan saya, sebuah komplek militer imaginer, sebuah lapangan yang panas, wajah-wajah sangar tidak bersahabat dengan senjata terisi dan suara-suara keras membentak di dekat telinga. Makin deg-degan...
Exit tol serpong, seisi bus mulai gaduh, dan tak lama kemudian, kita sampai ditujuan
Ternyata, kenyataan kadang tidak seindah khalayan, atau sebaliknya. Saya tidak menyaksikan apa yang ada dalam benak saya tentang bayangan buruk suasana disana. Walau tetap deg-degan masih ada.
Setelah persiapan seperlunya yang diawali dengan antrian panjang di toilet dan menyimpan semua perbekalan berikut jam tangan dan handphone. (sayang sekali, gara-gara ini banyak moment menarik yang luput dari “keabadian”) kegiatan pun dimulai.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya dihadirkan.. SARAPAN. Hmmm.. yummy.. bubur ayam lengkap dengan sate setusuk. Tapi, jangan lupa bung,, ini komplek militer, kegiatan sekecil apapun harus selalu dilakukan bersama-sama. Mau makan aja musti duduk manis dulu, padahal dah ngences :).
Duduk siap grak.. berdoa.. Selamat Makan..!! (masih ingat dengan aba-aba itu teman..? ). Cerita sarapannya gak diperpanjang ya.
Baris lagi, kali ini membagi pasukan. Ada 3 peleton dibentuk dengan 3 regu didalamnya, masing-masing regu ada 10 orang termasuk danru (komandan regu), Pasukan sudah siap, saatnya sambutan-sambutan..
Inti dari kedua sambutan yang disampaikan baik oleh Kepala Kantor dan Dan Arhanud adalah peningkatan manajerial dan kebersamaan.
Sambutan sudah, sekarang waktunya BERGERAK.. mulai dari sini saya akan bercerita tentang pasukan dimana saya berada. Peleton 1.
Tujuan pertama adalah halang rintang dengan disemangati nyanyian Halo-Halo Bandung tanpa syair yang pasti dan jelas. Disini semua wajib kotor dan basah, kalau tidak berarti tidak serius mengikuti kegiatan. (ini kesimpulan saya saja lho ya :) ).
Tujuan kedua, berbasah-basah di rakit dan jembatan tali dua. Ada yang tercebur, ditakut-takuti akan dijatuhkan, miring ke kiri atau kekanan karena tidak seimbang dan lain-lain.
Capek.. lelah.. letih.. itu yang kurasakan. Bagaimana dengan teman-teman semua.?
Enak nih kalo makan siang dulu. Tapi lagi-lagi,, baris dulu dan antri ya. Makannya nunggu yang lain juga.
Capek.. lelah.. letih.. itu yang kurasakan. Bagaimana dengan teman-teman semua.?
Enak nih kalo makan siang dulu. Tapi lagi-lagi,, baris dulu dan antri ya. Makannya nunggu yang lain juga.
Duduk siap grak.. berdoa.. Selamat Makan..!!.
Makan udah, istirahat sejenak dengan aktivitas pribadi masing-masing dan saatnya peleton 1 menuju lapangan yang membuat saya kembali deg-degan. Lapangan Tembak..
Mohon maaf, cerita dilapangan tembak tidak bisa dituliskan disini.
Sesi lapangan tembak,, selesai juga acara outbond ini. Diakhiri dengan pemberian bingkisan dan saling tukar cenderamata. Dan saatnya kita pulang, kembali kealam nyata sebagai Pegawai negeriyang dikantornya tidak memegang senjata walau sempat ada joke yang saya dengar “pokoke kalo sampai ada orang yang tewas di kantor, berarti gara-gara acara ini”, tapi saya yakin itu semua hanya candaan belaka.
Pengalaman seru yang sengaja saya catat di blog agar terus menjadi ingatan dan kenangan indah dalam hidup saya.. halah..
Salam.
0 komentar:
Poskan Komentar